COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PEMBERDAYAAN GABUNGAN KELOMPOK TANI MEKARSARI DI KELURAHAN SUKALAKSANA KECAMATAN BUNGURSARI KOTA TASIKMALAYA

Main Article Content

Sinta Dewi
Irfan Maulana
Bambang Suprihatin

Abstract

Penelitian ini berjudul “Collaborative Governance Dalam Pemberdayaan Gabungan Kelompok Tani Mekarsari di Kelurahan Sukalaksana Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya permasalahan dalam pemberdayaan Gapoktan Mekarsari, seperti lemahnya akses permodalan petani, keterbatasan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta keterbatasan sarana produksi pertanian. Kondisi tersebut menyebabkan proses usaha tani belum berjalan optimal dan berdampak terhadap produktivitas serta kesejahteraan petani. Selain itu, koordinasi dan kerja sama antar pihak yang terlibat dalam pemberdayaan petani dinilai belum berjalan secara maksimal sehingga diperlukan tata kelola kolaboratif yang baik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana collaborative governance dalam pemberdayaan Gapoktan di Kelurahan Sukalaksana?”. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui collaborative governance dalam pemberdayaan gabungan kelompok tani Mekarsari di Kelurahan Sukalaksana. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah model collaborative governance menurut (Ansell dan Gash 2007:550) yaitu kondisi awal (starting conditions), kepemimpinan fasilitatif (facilitative leadership), desain institusional (institutional design), dan proses kolaborasi (collaborative process). Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai collaborative governance dalam pemberdayaan Gabungan Kelompok Tani Mekarsari di Kelurahan Sukalaksana Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan collaborative governance belum berjalan optimal. Hal tersebut terlihat dari masih terbatasnya akses permodalan, kurangnya alat dan mesin pertanian, serta keterbatasan sarana produksi yang mendukung kegiatan pertanian. Selain itu, koordinasi dan dukungan antar aktor yang terlibat masih perlu ditingkatkan agar proses kolaborasi dapat berjalan lebih efektif dalam mendukung pemberdayaan petani dan pengembangan Gapoktan.

Article Details

How to Cite
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PEMBERDAYAAN GABUNGAN KELOMPOK TANI MEKARSARI DI KELURAHAN SUKALAKSANA KECAMATAN BUNGURSARI KOTA TASIKMALAYA. (2026). Kybernologist: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 11(2). https://kybernologist.com/ky/article/view/13
Section
Articles

How to Cite

COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PEMBERDAYAAN GABUNGAN KELOMPOK TANI MEKARSARI DI KELURAHAN SUKALAKSANA KECAMATAN BUNGURSARI KOTA TASIKMALAYA. (2026). Kybernologist: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 11(2). https://kybernologist.com/ky/article/view/13